Korban KSP Indosurya Minta Pemulihan Kerugian Dilakukan secara Transparan, Hanya 0,33% Kerugian yang Diserahkan

Nasional411 Views

Jakarta, Jawapers.com – Visi Law Office, sebagai Kuasa Hukum total 1.057 orang Korban Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya menyambut baik langkah Kejaksaan Agung yang menyerahkan sebagian barang rampasan dalam perkara mantan bos KSP Indosurya.

“Namun demikian, Kami perlu menegaskan bahwa pengembalian barang rampasan tersebut belum diterima oleh para korban. Hal ini sekaligus meluruskan informasi di berbagai pemberitaan, bahwa seolah-olah barang rampasan perkara Koperasi Simpan Pinjam Indosurya sudah mulai diserahkan pada para korban,” kata Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Kamis (18/1/2024).

Oleh karena itu, Visi Law Office telah melakukan koordinasi dengan PPA Kejaksaan Agung dan LPSK, yang pada prinsipnya LPSK mengkonfirmasi telah menerima sebagian barang rampasan tersebut dalam bentuk uang (dalam rekening bank). Namun uang tersebut belum dapat diserahkan pada para korban karena proses verifikasi sedang berjalan. Sesuai dengan putusan pengadilan, maka barang rampasan tersebut wajib dikembalikan pada 6.193 orang korban.

“Para korban yang kami dampingi tentu saja berharap proses pengembalian ini bisa berjalan dengan cepat dan transparan. Apalagi, saat ini sudah hampir 1.500 hari atau sekitar nyaris 4 tahun para korban kehilangan haknya dari kejahatan yang dilakukan oleh pimpinan KSP Indosurya dan nilai pengembalian juga masih belum signifikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Korban Indosurya W. Teddy Adrian menilai, dana yang dikembalikan kepada para korban sangatlah kecil dibanding kerugian yang mereka alami.

“Jika dibandingkan antara kerugian yang diderita para korban, yaitu sekitar Rp16 Triliun, tentu saja dana yang dikembalikan kemarin masih terbilang sangat kecil, yaitu hanya sekitar Rp53,59 M Milyar atau hanya 0,33% dari total kerugian”, ujar W. Teddy Adrian, Ketua Aliansi Korban Indosurya.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya. melalui koordinasi yang dilakukan oleh VISI LAW OFFICE dengan PPA Kejagung RI dan LPSK, diketahui bahwa kemarin, Rabu 17 Januari 2024 bertempat di Aula Ali Said, Gedung Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (JAMPIDUM) Kejaksaan Agung, Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Agung (Kejagung RI) bersama Pusat Pemulihan Aset (PPA) telah melakukan penyerahan barang rampasan eksekusi perkara KSP Indosurya tahap I berupa uang (dalam rekening bank) senilai kurang lebih Rp 39,49 Milyar dan USD 896.988,43 atau setara dengan total uang Rp 53,59 Miliar kepada LPSK. Sebelumnya, VISI LAW OFFICE juga telah melakukan audiensi secara langsung dengan Kejaksaan Agung pada tanggal 19 September 2023 dan dengan LPSK pada 31 Oktober 2023.

“Kami sebagai Kuasa Hukum para Korban berharap LPSK segera menyelesaikan proses verifikasi data korban sekaligus memfasilitasi pendaftaran para korban secara terbuka. Namun demikian, tentu saja hanya para korban yang memiliki data pendukung yang diterima dan berhak mendapatkan penggantian kerugian. LPSK juga perlu memastikan validitas data tersebut,” jelas Febri.

“Kami memahami, persoalan eksekusi barang rampasan pada para korban kejahatan ini memang masih menyisakan persoalan hukum. Belum ditemukan hukum acara atau teknis prosedural yang menjadi dasar yang sama antar berbagai lembaga yang berwenang. Ke depan, Kami berharap hal ini menjadi perhatian serius karena penegakan hukum kita tidak boleh lagi hanya fokus pada pemidanaan tetapi juga memaksimalkan pemulihan kerugian korban kejahatan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *